|
Thursday, 25 October 2007 |
|
Sebentar lagi musim hujan datang, dan biasanya membuat udara dan air menjadi dingin. Bagi sebagian orang terutama paruh baya, musim hujan menjadi masalah karena udara dan air yang dingin dapat membuat rematiknya kambuh. Namun sekarang banyak pemanas air yang bervariasi sehingga air dingin saat musim hujan tiba tidak perlu lagi dirasakan. Bagi Anda yang sedang merencanakan membeli water heater, jangan terburu-buru memutuskan apa yang akan dibeli. Water heater terdapat 3 jenis. Perbedaan tersebut dilihat dari cara memanaskan airnya.
- Water heater dari listrik. Pemanas air jenis ini
memiliki resiko bahaya lebih besar daripada jenis lainnya, karena jika
salah cara mengunakannya, dapat menyetrum si pengguna. Namun untuk
menghindarkan kesetrum, bisa dipasang anti kontak pada water heater.
- Water heater dari gas.
Jenis water heater ini menggunakan tabung gas untuk memanaskan air, dan
lebih aman digunakan dibandingkan water heater dari listrik. Namun
memerlukan waktu beberapa menit untuk mengubah air menjadi panas.
- Water heater solar cell
yaitu pemanas air menggunakan energi panas matahari, dimana panas
matahari di simpan yang kemudian digunakan untuk memanaskan air, dan
dipasang diatap rumah. Memang dibandingkan kedua jenis water heater
diatas, water heater solar cell paling aman. Namun kekurangannya, jika
cuaca mendung dan tidak ada matahari, air tidak menjadi panas. Untuk
mengatasi hal tersebut, ada produsen water heater yang mendesain secara
otomatis menggunakan listrik 1000 watt untuk memanaskan airnya.
Harganya pun lebih mahal dibandingkan water heater listrik dan gas.
Agar pemakaian listrik tidak terlalu boros, termostat water heater
dapat diatur tidak terlalu panas, jadi water heater tidak nyala terus
menerus.
Dari
masing-masing water heater memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dan
pada akhirnya kembali lagi pada pertimbangan calon pembeli. Semoga info
ini dapat memberi masukan positif bagi Anda.
(Okliviana / berbagai sumber)
|