Advertisement
Home arrow Articles arrow Hunian Inspiratif Khas Kudus
Advertisement

Hunian Inspiratif Khas Kudus PDF Print E-mail
Saturday, 14 June 2008
Rumah peristirahatan ini memang istimewa. Penampilannya yang bergaya etnik Jawa “berani melawan” gaya modern minimalis yang sedang tren saat ini.

Hunian yang berlokasi di kawasan Vila Amalina Gunung Guelis ini merupakan perwujudan apresiasi pemilik, Janti Soekirman akan keindahan rumah tradisional yang menurutnya mempunyai nilai budaya dan estetika seni  yang sangat tinggi dan tidak pernah membosankan. “Saya juga ingin membuktikan bahwa rumah tradisional kita dapat dinikmati dan digunakan sepanjang masa tanpa kehilangan konteks dengan gaya hidup masa kini“ , kata wanita yang berkarier di bidang perminyakan ini.

Berada di atas lahan yang berbukit dengan dikelilingi pepohonan besar dan sebuah danau,  rumah ini seolah-olah menyatu dengan alam sekitarnya dan memancarkan suatu keindahan yang abadi. Konsep Arsitektur

_mg_9910Untuk pembangunan dan desain vila ini pemilik dibantu oleh tim arsitek Heru Wicaksono dan Yusro dari konsultan Riscadana. Tantangan pertama dalam proses membangun ini adalah mengolah lahan yang ditumbuhi alang-alang dan tanaman perdu serta adanya kondisi kontur menurun ke arah danau yang berada di sebelah lahan serta dikelilingi oleh perbukitan. Salah satu keinginan pemilik adalah mempertahankan posisi vila agar tetap berada di tengah pepohonan besar sehingga suasana teduh dan alami tetap terjaga. Selain itu, ia juga ingin  memiliki area duduk terbuka di muka rumah untuk tempat acara bersama, sambil menikmati keindahan alam sekelilingnya. Untuk mewujudkan hal ini, tim arsitek meratakan sebagian lahan untuk halaman muka yang dijadikan tempat acara bersama.

_mg_0179-0180Tantangan yang lain adalah mencari rumah tua beratap joglo yang dapat dibongkar, untuk dipindahkan dan dipasang kembali sesuai dengan wujud aslinya pada lahan di kawasan Vila Amalina Gunung Geulis ini. Dalam pencarian tersebut, pemilik berhasil mendapatkan rumah tua, terbuat dari kayu jati yang berusia lebih dari 100 tahun di kawasan Jogjakarta dalam kondisi lengkap dan baik. Pada rumah tua milik bekas pengusaha Batik di Kudus terdapat ukiran khas Kudus yang detail dan dilapisi oleh cat berwarna cerah. Fasada rumah ditempatkan dengan satu sisi menghadap danau dan sisi yang lain menghadap hutan. Pada tanah menurun di belakang rumah dilakukan sedikit cut and fill  agar membentuk lantai semibasemen.

Bagian utama rumah yaitu tiang struktural termasuk soko guru, tumpang sari, jendela, panel dinding dan panel pintu gebyok tetap dipertahankan. Elemen yang paling menarik adalah ornamen dekoratif berupa ukiran tiga dimensi bermotif bunga, daun dan sulur-sulurnya pada tumpang sari. Ornamen lainnya juga terlihat pada genteng dan wuwungan / bagian nok atap. Warna kuning pada cat pelapis panel pintu gebyok  luar dan warna biru pada tiang penopang teras  membuat vila ini berkesan cerah dan menawan.

Dalam proses  pembangunan kembali rumah tua ini, tim arsitek dibantu oleh I Nyoman Mupu, seorang ahli bangunan tradisional asal Bali yang menangani konstruksi dan pengolahan kayu.


Konsep Interior

_mg_9810-9811Untuk penataan ruang dalamnya, diterapkan gaya etnik kontemporer yang menyatu dengan bangunan dan alam sekitarnya. Misalnya, lantai teras depan ditutup dengan ubin teraso antik bermotif bunga yang disesuaikan dengan motif bunga pada panel dinding di teras muka. Warna ubin juga disesuaikan dengan warna kuning dan biru pada cat pelapis panel dinding teras depan. Agar terkesan ringan furnitur dan aksesori dipilih yang simpel serta terbuat dari material alami tanpa ukiran yang rumit. Contohnya sofa di ruangan duduk terbuat dari anyaman rotan yang berpadu harmonis dengan meja kayu jati dan karpet  yang juga dari anyaman rotan. Sebuah tempat tidur khas jawa kuno ditempatkan di satu sudut ruangan dilengkapi dengan bantal-bantal bermotif batik, menambah suasana hangat dan santai.

Area dapurnya juga dibuat unik yang didesain multifungsi yaitu sebagai tempat memasak sekaligus bar untuk menyiapkan minuman dan makanan. Oleh karena itu, pemilik dan tim arsitek sepakat untuk menempatkan posisi dapur tersebut di bagian depan vila, diapit oleh ruangan makan dan teras muka serta didesain terbuka. Dinding dapur yang menghadap ke arah teras depan diberi lubang jendela dengan pintu lipat-geser dan meja counter. Sebagian dinding luar dapur ditutup oleh susunan batu karang yang merupakan material khas kawasan Vila Amalina,  sedangkan dinding dalamnya dibiarkan berupa acian semen kasar yang dihias oleh ubin keramik berukir.

_mg_0164-0165Semua lemari (kitchen set) dan meja counter dibuat dari kayu nangka sedangkan daun meja  (top table) dilapisi oleh marmer Ujung Pandang. Untuk kamar tidur utama yang terletak dibagian semibasemen, pemilik menerapkan gaya India. Penerapan tema yang berbeda ini dilakukan agar suasana menjadi lebih dinamis,  tetapi tetap relevan dengan nuansa Jawa. Ruangan ini dihias dengan pernak-pernik India tetapi aksen terkuat terlihat pada panel kayu dekoratif berupa tiga bentuk melengkung motif khas India dengan finishing warna merah marun-emas. Panel ini juga menjadi penyekat semi-terbuka antara ruang tidur dan area kamar mandi serta spa. Motif tersebut terlihat terulang kembali pada bagian kaca wastafel sehingga memberikan aksen  yang lebih kuat.

Sesuai dengan konsep terbuka yang diinginkan pemilik, kamar tidur dan area spa dibuat menyatu agar pemilik dapat menikmati suasana seluruh ruangan tanpa dibatasi oleh dinding solid. Sisi ruangan yang menghadap ke arah taman hanya disekat oleh pintu kaca menuju teras dengan pemandangan indah ke arah danau. Lantai area bathtub dan spa yang dilengkapi oleh perangkat dan ramuan untuk pijat  (massage), dibuat menyerupai panggung kayu sedangkan plafonnya dirancang berupa piramid dari kaca transparan sehingga memberikan sensasi alami nan eksotik. Seluruh dinding area spa dan kamar mandi dilapisi oleh batu palimanan dan batu karang.

Kamar tamu yang juga dihubungkan melalui connecting door  dari kamar utama, di desain eklektik dengan warna dinding hijau dan merah  serta dekorasi khas etnik seperti panel ukiran dan bedcover sutra warna cokelat keemasan. Dengan demikian suasana kamar yang tidak terlalu besar ini menjadi suasana dibuat lebih meriah dan terang. Secara keseluruhan, konsep arsitektur dan interior vila dari bongkaran rumah Kudus ini berhasil mewujudkan keinginan  pemilik untuk menikmati keanggunan, kenyamanan dan kehangatan rumah tradisional.

Source: Majalah Griya ASRI edisi Mei 2008
 
< Prev   Next >

Advertisement

   

 
Google Groups
Subscribe to Dunia Rumah dot Com
Email: