Advertisement
Home arrow Articles arrow Desain Paviliun Ekspresif
Desain Paviliun Ekspresif PDF Print E-mail
Monday, 21 April 2008
Desain pada hunian modern masa kini berkembang lebih variatif. Apalagi ditunjang pula oleh pesatnya perkembangan budaya dan teknologi. Hal inilah yang terdapat pada rumah tinggal di atas lahan seluas 582m² yang diliput ini.  Kreativitas arsitek dalam mengolah massa dan lahan mengacu pada aspek-aspek tersebut sehingga menghasilkan tampilan desain yang unik. Keunikannya terletak pada desain paviliun yang tidak hanya berperan sebagai tambahan atau pelengkap bangunan, tetapi juga turut berperan penting dalam wajah fasada sebagai identitas bangunan.

Representasi Dua Massa

_mg_8710Ide awal desain rumah tinggal ini adalah menciptakan sebuah hunian bersuasana resor yang nyaman, tanpa menghilangkan aspek elegan. Konsep ini diwujudkan oleh arsitek melalui desain layout lahan dan bangunan yang berorientasi ke dalam, berupa sebuah area terbuka hijau. Dengan demikian, diperoleh pengkondisian udara dan view alami yang optimal, di samping aspek privasi yang tetap terjaga. Desain jalur pintu masuk dan sirkulasi memutar, menjadikan dua massa bangunan sebagai “awal” dan “akhir”, meskipun sebenarnya terletak sejajar. Hal ini juga merupakan solusi desain yang cerdas, sehingga terbentuk aspek “kejutan” yang berkesan.

Seperti tampak pada bagian fasada, bangunan rumah tinggal ini terdiri dari dua massa dengan dua karakter yang berbeda, sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Massa pertama yang juga merupakan massa utama, mewadahi ruangan-ruangan utama hunian termasuk area pintu masuk dan foyer, dengan menampilkan karakter modern yang bersifat formal. Bentuknya berupa boks memanjang ke belakang setinggi dua lantai, dengan ciri khas detail modern yang didominasi pola geometris. Massa kedua adalah massa paviliun kontemporer yang mewadahi ruangan untuk aktivitas tidak resmi bersifat temporer yang berkesan lebih santai. Bentuknya didesain lebih “bebas” dan tampak luwes dengan detail dimensi dan kemiringan atap yang besar dan curam. Di sini terdapat paduan material kayu, beton, dan struktur baja yang diekspos berdesain tropis yang ekspresif dan menarik.

_mg_8655 Area pintu masuk utama dan foyer terletak pada bagian depan massa bangunan utama yang berbentuk boks, dibatasi oleh deretan tiang beton ekspos yang bergradasi ketebalannya. Area ini didesain untuk menghalangi akses sirkulasi dan pandangan visual ke arah massa pavilyun yang berada di sebelahnya. Beberapa material alam lain juga muncul pada area foyer yang tampil serasi dengan karakter material beton. Misalnya batu andesit untuk lapisan penutup lantai, batu kerikil sebagai penutup sejalur alas tiang beton, dan kayu ulin sebagai kisi-kisi dekoratif dinding. Sentuhan paduan material tersebut dengan dekorasi dinding unik dari kayu asem, menghasilkan tampilan foyer yang alami dan welcoming, tetapi tanpa kehilangan aspek modern. 

Massa utama ini terdiri dari dua lantai. Lantai 1 terdiri dari living room, dapur, dan area servis utama. Saat masuk melewati foyer, terdapat living room yang terdiri dari ruang duduk, ruang makan, dan pantri. Tata letak ruangan didesain menyatu dan kompak secara simpel modern. Unsur kayu yang menjadi favorit pemilik muncul cukup dominan berupa furnitur jati solid pada ruangan duduk dan ruangan makan, kisi-kisi, serta bangku dari kayu asem yang berserat unik. Teras samping yang lebar dengan material kayu bengkirai sebagai penutup lantainya, tampil sebagai bidang perluasan living area yang mempertegas orientasi ruangan ke arah ruangan luar yang hijau, sehingga menambah kesan alami. Area privat yang terdiri dari kamar-kamar tidur dan ruangan kerja terletak di lantai-2. Sama halnya dengan di lantai-1, ruangan di lantai-2 juga didesain dengan banyak bukaan yang memberikan kesan relaks  dengan dominasi material kayu yang menunjang terciptanya suasana ‘hangat’ dan nyaman.

 

Paviliun Inspirasi Bali

_mg_8676 Massa paviliun berada di samping massa utama, yang berdiri sebagai bagian dari desain ruangan luar berupa lahan berumput yang cukup luas. Beberapa vegetasi estetis tampak unik dan cantik,  seperti pohon kamboja, ketapang kencana, dan weeping willow. Massa utama dan paviliun dihubungkan dengan batu-batu pijakan di atas sebuah kolam kecil, yang turut membawa kesejukan bagaikan suasana resor.

Paviliun terdiri dari dua lantai, yang desainnya terinspirasi dari bangunan tradisional Bali yang disebut wantilan. Karakter yang hendak diadopsi dari wantilan tersebut adalah keleluasaan, keterbukaan, dan kenyamanan serta rasa relaks yang diperoleh dari kedekatan dengan alam. Wujud desainnya menyerupai tampilan rumah panggung, yaitu ruangan di lantai-2 yang berbentuk boks modern ditopang oleh empat kolom yang membentuk sebidang ruang terbuka di lantai-1. Keunikannya tampak pada desain separuh atap pelananya yang berukuran besar, dengan kemiringan yang lebih terjal dibanding dengan atap pelana pada umumnya.

Ekspos struktur yang tampak gigantis tersebut kemudian ditunjang oleh desain lantai beton berkesan belum selesai (unfinished). Penerapan material kayu sebagai pelapis dinding, furnitur, dan kisi-kisi kayu dekoratif disusun miring pada sisi paviliun yang merupakan bagian dari fasada bangunan. Melalui keunikan ekspresi desain tropis yang kontras dengan karakter elegan modern geometris, tampillah wajah fasada kontemporer yang ekspresif dan representatif.


Source: Majalah Griya ASRI edisi Februari 2008
 
< Prev   Next >

   

 
Google Groups
Subscribe to Dunia Rumah dot Com
Email: