|
Desain pada hunian modern masa kini berkembang lebih
variatif. Apalagi ditunjang pula oleh pesatnya perkembangan budaya dan teknologi.
Hal inilah yang terdapat pada rumah tinggal di atas lahan seluas 582m² yang
diliput ini. Kreativitas arsitek dalam
mengolah massa dan lahan mengacu pada aspek-aspek tersebut sehingga
menghasilkan tampilan desain yang unik. Keunikannya terletak pada desain paviliun
yang tidak hanya berperan sebagai tambahan atau pelengkap bangunan, tetapi juga
turut berperan penting dalam wajah fasada sebagai identitas bangunan.
Representasi Dua Massa
Ide awal
desain rumah tinggal ini adalah menciptakan sebuah hunian bersuasana resor yang
nyaman, tanpa menghilangkan aspek elegan. Konsep ini diwujudkan oleh arsitek melalui
desain layout lahan dan bangunan yang berorientasi ke dalam, berupa sebuah area
terbuka hijau. Dengan demikian, diperoleh pengkondisian udara dan view alami
yang optimal, di samping aspek privasi yang tetap terjaga. Desain jalur pintu
masuk dan sirkulasi memutar, menjadikan dua massa bangunan sebagai “awal” dan “akhir”,
meskipun sebenarnya terletak sejajar. Hal ini juga merupakan solusi desain yang
cerdas, sehingga terbentuk aspek “kejutan” yang berkesan.
Seperti
tampak pada bagian fasada, bangunan rumah tinggal ini terdiri dari dua massa
dengan dua karakter yang berbeda, sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Massa pertama
yang juga merupakan massa utama, mewadahi ruangan-ruangan utama hunian termasuk
area pintu masuk dan foyer, dengan menampilkan karakter modern yang bersifat
formal. Bentuknya berupa boks memanjang ke belakang setinggi dua lantai, dengan
ciri khas detail modern yang didominasi pola geometris. Massa kedua adalah
massa paviliun kontemporer yang mewadahi ruangan untuk aktivitas tidak resmi bersifat
temporer yang berkesan lebih santai. Bentuknya didesain lebih “bebas” dan tampak
luwes dengan detail dimensi dan kemiringan atap yang besar dan curam. Di sini
terdapat paduan material kayu, beton, dan struktur baja yang diekspos berdesain
tropis yang ekspresif dan menarik.
Area pintu
masuk utama dan foyer terletak pada bagian depan massa bangunan utama yang
berbentuk boks, dibatasi oleh deretan tiang beton ekspos yang bergradasi
ketebalannya. Area ini didesain untuk menghalangi akses sirkulasi dan pandangan
visual ke arah massa pavilyun yang berada di sebelahnya. Beberapa material alam
lain juga muncul pada area foyer yang tampil serasi dengan karakter material
beton. Misalnya batu andesit untuk lapisan penutup lantai, batu kerikil sebagai
penutup sejalur alas tiang beton, dan kayu ulin sebagai kisi-kisi dekoratif
dinding. Sentuhan paduan material tersebut dengan dekorasi dinding unik dari
kayu asem, menghasilkan tampilan foyer yang alami dan welcoming, tetapi tanpa kehilangan
aspek modern.
Massa utama
ini terdiri dari dua lantai. Lantai 1 terdiri dari living room, dapur, dan area
servis utama. Saat masuk melewati foyer, terdapat living room yang terdiri dari
ruang duduk, ruang makan, dan pantri. Tata letak ruangan didesain menyatu
dan kompak secara simpel modern. Unsur kayu yang menjadi favorit pemilik muncul
cukup dominan berupa furnitur jati solid pada ruangan duduk dan ruangan makan, kisi-kisi,
serta bangku dari kayu asem yang berserat unik. Teras samping yang lebar dengan
material kayu bengkirai sebagai penutup lantainya, tampil sebagai bidang
perluasan living area yang mempertegas orientasi ruangan ke arah ruangan luar
yang hijau, sehingga menambah kesan alami. Area privat yang terdiri dari
kamar-kamar tidur dan ruangan kerja terletak di lantai-2. Sama halnya dengan di
lantai-1, ruangan di lantai-2 juga didesain dengan banyak bukaan yang memberikan
kesan relaks dengan dominasi material
kayu yang menunjang terciptanya suasana ‘hangat’ dan nyaman.
Paviliun Inspirasi Bali
Massa paviliun
berada di samping massa utama, yang berdiri sebagai bagian dari desain ruangan
luar berupa lahan berumput yang cukup luas. Beberapa vegetasi estetis tampak
unik dan cantik, seperti pohon kamboja,
ketapang kencana, dan weeping willow. Massa utama dan paviliun dihubungkan
dengan batu-batu pijakan di atas sebuah kolam kecil, yang turut membawa
kesejukan bagaikan suasana resor.
Paviliun
terdiri dari dua lantai, yang desainnya terinspirasi dari bangunan tradisional
Bali yang disebut wantilan. Karakter yang hendak diadopsi dari wantilan
tersebut adalah keleluasaan, keterbukaan, dan kenyamanan serta rasa relaks yang
diperoleh dari kedekatan dengan alam. Wujud desainnya menyerupai tampilan rumah
panggung, yaitu ruangan di lantai-2 yang berbentuk boks modern ditopang oleh
empat kolom yang membentuk sebidang ruang terbuka di lantai-1. Keunikannya tampak
pada desain separuh atap pelananya yang berukuran besar, dengan kemiringan yang
lebih terjal dibanding dengan atap pelana pada umumnya.
Ekspos struktur yang tampak gigantis tersebut kemudian
ditunjang oleh desain lantai beton berkesan belum selesai (unfinished). Penerapan
material kayu sebagai pelapis dinding, furnitur, dan kisi-kisi kayu dekoratif
disusun miring pada sisi paviliun yang merupakan bagian dari fasada bangunan. Melalui
keunikan ekspresi desain tropis yang kontras dengan karakter elegan modern
geometris, tampillah wajah fasada kontemporer yang ekspresif dan representatif.
Source: Majalah Griya ASRI edisi Februari 2008
|